PURWOKERTO - Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama nomor IT Tel 8267/PKS-000/DKN-03/X/2022 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pengajaran, Kolaborasi Program, dan Pengabdian Masyarakat, menandai awal mula terjalinnya kerjasama antara Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID) IT Telkom Purwokerto dan Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI).
Kegiatan penandatanganan dihadiri langsung oleh Kepala BPIPI, Syukur Idayati, S.Si., M.T beserta staff dan Dekan FRID, Muhammad Fajar Sidiq, S.T., M.T, disaksikan oleh para dosen serta mahasiswa dari prodi Desain Produk.
Tak hanya penandatanganan kerjasama, acara yang diinisiasi oleh Agatha Dinarah, S.R., S.T., M.Ds ini juga mengundang sejumlah pelaku industri (UKM) kerajinan kulit Banyumas. Kegiatan yang berlangsung di Galeri Satria IT Telkom Purwokerto ini terbilang sukses karena bukan hanya berlangsung penandatanganan PKS saja, namun juga dilakukan sosialisasi dari pihak BPIPI, audiensi antara UKM dan BPIPI, serta workshop untuk mahasiswa oleh BPIPI.
“Tentunya happy yaa, kami sebagai akademisi bisa menengahi kebutuhan UKM dengan lembaga pemerintah gitu ya. Tadi ada salah satu brand UKM ternyata dia ingin meng-HAKI kan produknya dan akhirnya bisa langsung ketemu dengan ahlinya..” ungkap Agatha.
Tak berhenti disini saja, kedepan rencananya akan terus berkolaborasi mengadakan kegiatan-kegiatan sejenis dengan BPIPI. Yang tentunya masih berkaitan dengan produksi ataupun industri persepatuan.
“Harapannya dari kerjasama ini itu tidak hanya berhenti di seremonial aja, tetapi kita sebagai akademisi punya peran untuk melanjutkan atau menularkan entrepreneur. Apalagi ini sesuai dengan visi misi HATS, tepatnya pada poin Small-Medium Entrepraise dalam industri pembuatan sepatu,” ungkap Agatha.
Kepala BPIPI, Syukur Idayati juga turut memberikan tanggapannya atas acara hari ini. “Kalau kami dari BPIPI sangat menyambut baik dan mengapresiasi banget kerjasama ini. Karena kami sebagai satuan kerja dari Kementerian Perindustrian yang tugasnya adalah melayani masyarakat khususnya UKM dibidang persepatuan..
Tentunya untuk bisa memberdayakan mereka kita butuh kolaborasi dengan semua pihak, salah satunya adalah dari pihak kampus. Peran desainer muda yang dapat menciptakan desain-desain yang modern sangat dibutuhkan saat ini dan ini terjawab oleh kampus ini yang mencetak calon desainer muda tersebut, serta bisa mendongkrak industri persepatuan.”
Dengan terbukanya kerjasama antar dua pihak ini, diharapkan akan memunculkan banyak peluang baru di bidang industri persepatuan lokal. Sekaligus membuka ide mahasiswa Desain Produk IT Telkom Purwokerto untuk dapat mendapatkan inspirasi membangun usaha dibidang persepatuan.
“Harapannya tidak hanya cukup seperti ini saja, tetapi kita bersama-sama bisa mengembangkan kerjasama antara BPIPI dengan kampus ITTP. Dan mungkin bisa jadi nanti bukan hanya dari fakultas ini, tetapi juga dari fakultas lain,” pungkasnya. (Marnoto)